文章
  • 文章
国际

Cara Iko Uwais menciptakan koreografi动作di setiap filmnya

2016年12月1日下午10:07发布
2016年12月1日下午10:07更新

Hampir di setiap film yang dibintanginya,Iko Uwais mengaku merancang sendiri koreografi action dan fighting-nya。 Ia dibantu tim Uwais yang beranggotakan 13 orang untuk menciptakan koreografi terbaik。 Foto oleh Rappler.com。

Hampir di setiap film yang dibintanginya,Iko Uwais mengaku merancang sendiri koreografi action dan fighting-nya。 Ia dibantu tim Uwais yang beranggotakan 13 orang untuk menciptakan koreografi terbaik。 Foto oleh Rappler.com。

印度尼西亚雅加达 - Bangga dan bahagia。 Mungkin itulah yang tengah dirasakan seorang Iko Uwais saat bercerita soal fim terbarunya, headshot ,yang siap tayang awal Desember ini。

爆头 adalah电影keenam yang dibintangi pria kelahiran 12 Februari 1983 ini。 Dan di luar电影星球大战:原力觉醒, hampir di seluruh电影杨dibintanginya,Iko merancang sendiri koreografi gerakan action dan fighting -nya。

“Sebenarnya sih dari电影MerantauThe Raid 1,The Raid 2 ,ini Headshot juga,Alhamdulillah,Uwais Team yang bikin koreografi, tuh ,dia-dia juga orangnya.Jadi,saya udah nyaman sama mereka,”kata Iko saat ditemui usai press筛选新闻发布会电影Headshot di XXI Plaza Senayan,Jakarta Pusat,Kamis,1 Desember。

Dari satu电影ke电影lain,bukannya puas,Iko justru mengaku masih memiliki banyak kekurangan untuk urusan koreografi,terutama soal materi dan perbendaharaan style fight。

“Kami mau ada kolaborasi unsur art -nya,enggak hanya silat.Di sini ada wushu, boxing dan kung fu, ”ujar Iko tentang tim koreografinya yang beranggotakan 13 orang tersebut。

Lantas,bagaimana trik Iko menyusun koreografi untuk setiap film?

“Saya sesuaikan sama kebutuhan scene.Jadi misalkan ada scene di mobil,di Headshot ,kami lihat situasi.Tituasinya kayak Ismail ini lupa ingatan,enggak mungkin dia,pas hadapin orang,langsung jago.Dan dari segi ceritanya juga enggak cuma tendang,pukul dan bunuh-bunuhan.Saya sesuaikan dengan segi cerita。“

Dengan latar belakang sebagai atlet,Iko mengaku lebih mudah merancang setiap koreografi。 Karena itu,ia merasa tidak pernah melebih-lebihkan sebuah adegan action

“Misalnya,pencak silat yang pakai bola api atau terbang-terbangan dan tenaga dalam itu bukan zamannya lagi.Saya mau dengan pencak silat ini,apa yang saya pelajari di perguruan saya,saya aplikasikan dalam film.Jadilah sebuah koreo。”

“Jadi,misalkan satu lawan satu,lawan dua,lawan lima,itu gerakannya nggak mungkin sama,pasti beda.Jurus-jurus di perguruan memang tidak pure Betawi,jadi memang ada campuran Jawa Timur,Tengah dan China.Saya ingin gerakan disesuaikan dengan masing -masing serangan,tangkisan,pukulannya akan saya bedakan masing-masing koreo di masing-masing fighter.Jadi tidak monoton。“

Entah karena sudah terbiasa atau memang sudah menguasai,Iko pun mengaku tidak butuh waktu lama untuk melakukan persiapan sebelum syuting。 Untuk电影Headshot ini misalnya,Iko mengaku hanya butuh waktu tiga minggu untuk mempersiapkan diri。

“Bikin proses koreonya secara keseluruhan.Kemudian,kami bikin videografinya itu sebagai salah satu panduan buat syuting nanti.Ketiga,latihan.Untuk menghapal,untuk melatih,untuk reading ,baru syuting。”

Tapi meski dengan persiapan sempurna,bukan berarti Iko terlepas dari risiko。 Menderita luka atau cedera di lokasi syuting pernah dilaluinya。 Termasuk di电影爆头

“Salah satu adegan saya 战斗萨马David Dan Tejo di atas meja,saya jatuh .Pas jatuh itu,saya lagi pengin menggulingkan David ke atas meja.Pas jatuh,sih,aman.Pas berbalik,kaki David landing ke pipi saya dan ada bekasnya。 Jadi,pas di situ,lumayan.Saya cuma pakai sarang laba-laba yang masih fresh banget.Tapi emang agak nyut-nyutan dan perih.Tapi bakteri itu tidak ada,seminggu itu langsung rapat.Seperti dijahit.Kalau dijahit,pasti mata saya naik “。 -Rappler.com。